Sandal

Sandal lumrahnya di pakai di kaki. Ia melindungi kaki dari kerikil tajam, paku, duri dan menjaga agar kaki tetap bersih.

Tapi ada juga yang meletakkan sandal di hati. Sandal bagus akan membuat tinggi hati, ada sandal yang lebih bagus bisa menjadikan iri hati.

Kalau sandal letaknya di hati, bila dipakai ke masjid akan membuat pemiliknya hati-hati, apalagi kalau sandalnya sampai hilang…. jelas akan membuat sakit hati.

Sandal letaknya di kaki, bukan dihati. Gara-gara sandal jepit, seorang oknum polisi menghajar seorang siswa SMK karena sakit hati sandalnya dicuri, akhirnya, gara-gara sandal banyak orang sakit hati.

Sandal memang paling tepat diletakkan di kaki bukan dihati, bukan pula untuk ukuran harga diri. Jadi, jagalah sandal agar tetap di kaki dan tak masuk ke hati.

 

Popularity: 2% [?]

“Menyalin Takdir” Anak

Nasib, jodoh, rezeki dan ajal manusia sudah tertulis di kitab besar yang bernama Lauhul mahfudh. Kata kuncinya adalah “tertulis”. Bukan cuma di dalam angan.
Sebenarnya kita bisa “menyalin” takdir anak kita, asalkan dengan syarat dan semangat khusnuzhon billah, berprasangka baik kepada Allah.

Cobalah cermati urutan kalimat berikut ini.

  1. Kita tidak tahu apakah anak kita, jika dewasa nanti, akan menjadi polisi, psikolog atau dokter? Marilah berprasangka baik kepada Allah, dia menjadi dokter.
  2. Kita tidak tahu apakah anak kita akan menjadi dokter umum atau dokter spesialis? Marilah berprasangka baik kepada Allah, dia menjadi dokter spesialis. Continue reading

Popularity: 2% [?]

Penduduk Surga

Tempat tinggal manusia sebenarnya adalah surga. Dia diturunkan ke dunia untuk sementara dan untuk diuji untuk mendapatkan tempat kembali kelak di kehidupan abadi. Semua manusia akan masuk surga kecuali yang tidak mau.

Kh. Anwar Zahid, mengupas tentang penduduk surga dan penduduk dunia, ceramah berdurasi 1 jam ini diawali dengan tema diatas, dilanjutkan dengan tidak kekalnya kehidupan di dunia.
Jokes dalam ceramah ini antara lain saat beliau bercerita tentang istilah mati dalam bahasa jawa. Istilah kematian dalam bahasa jawa bertingkat-tingkat, antara lain sedo untuk orang yang baik disebut sedo (Siksane wis bakda), orang yang agak baik mati (nikmate wis ganti) orang yang perilaku matek (nikmate wis entek) untuk orang yang sering berbuat maksiat bongko (mergo arep di bong nang neroko)

Berikut link untuk mengunduh ceramah ini :

ceramah KH. Anwar Zahid di Masjid Al Falah Tuban

atau bisa juga cek disini untuk  donload kumpulan ceramah KH. Anwar Zahid : kumpulan ceramah

 

Popularity: 6% [?]

Tidur

Musim hujan harus dinikmati. Banyak cara untuk menikmati hujan, bisa dengan duduk-duduk diteras sambil makan ketela goren dan jahe hangat. Bisa juga dengan melungker diatas kasur ditemani selimut hangat.

Termasuk pohon ini juga menikmati rintik hujan di sore hari. Setelah lelah berdiri tidur dulu ahh….

Continue reading

Popularity: 3% [?]

Mencoba Ubuntu 11.10 (Oneiric Ocelot)

Ubuntu, distro linux yang memiliki penggemar paling banyak, di bulan 10 tahun 2011 meluncurkan varian terbaru.Mark Shuttleworth, founder ubuntu, dan tim masih konsisten dengan nama-nama binatang untuk memberi kode varian ini, kali ini dinamakan “Oneiric Ocelot”. Oneiric dalam bahasa Yunani berarti mimpi, sedangkan Ocelot adalah nama binatang sejenis kucing liar di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Continue reading

Popularity: 6% [?]

Mengenal Bambang Palgunadi

Bambang Palgunadi Sang Pembelajar Sejati

Bambang Palgunadi Sang Pembelajar Sejati

Bambang Palgunadi, sebuah nama yang nyaman didengar, karenanya tak sedikit  orang tua yang memberikan nama kepada sang anak dengan nama ini. Coba saja ketik di google dengan kata kunci Bambang Palgunadi, pasti akan segera muncul deretan pemilik nama ini.

Bambang Palgunadi adalah sebuah karakter di pewayangan baik versi Mahabarata asli dan versi Jawa. Dalam versi Mahabarata Palgunadi atau disebut juga dengan Bambang Ekalaya adalah seorang dari kasta rendah yang memiliki semangat belajar tinggi. Karena kurang beruntung dengan kastanya, ia tidak diterima murid oleh Begawan Durna, Profesor di negara Astina. Tak patah arang, Palgunadi pun tetap belajar dengan tekun didampingi patung Resi Durna yang tiap hari selalu dihormatinya. Continue reading

Popularity: 4% [?]