Bunda….

Bunda…. di hari ini teringat kembali rekaman masa kecilku dulu. Sembilan bulan aku memaksamu untuk memenuhi giziku, bila engkau telat makan akupun tak mau tahu, jadilah engkau lemas karena kalori mu aku rampas untukku.

Bunda….. saat akan terlahir, aku berikan rasa sakit yang luar biasa padamu, tapi aku tak peduli yang penting aku bisa melihat indahnya dunia.

Bunda….. saat aku masih bayi, tiap malam aku ganggu tidurmu hanya untuk sekedar mengganti popokku atau ‘sekali lagi’ memenuhi kebutuhan lapar perutku.

Bunda…. ketika aku mulai bisa berjalan aku sita seluruh perhatianmu hanya tertuju padaku, rasa was-was, cemas dan gelisah menghiasi wajah lelahmu saat aku mulai berjalan, mulai bermain didunia baru. Engkau begitu khawatir bila aku terjatuh, menangis dan sakit.

Bunda…. saat aku mulai masuk ke sekolah dasar, aku selalu merengek merepotkanmu, sarapan pagi harus selalu tersedia untukku tanpa aku mau tahu betapa lelahnya engkau setelah semalam menyetrika baju-bajuku.

Bunda… aku masih teringat saat engaku dengan sabar menasihatiku ketika tingkah laku ku mulai tak karuan terpengaruh teman-teman bermainku. Teringat pula disaat aku menghadapi ujian, engkau ikut membantu menemaniku belajar dan saat aku tertidur, engkau terjaga memohonkan agar ujian ku lancar di sela doa tahajudmu.

Bunda…. engkau menyimpan air matamu saat aku pergi meninggalkan rumah untuk menggapai cita-citaku. “jangan percayai air mata Bundamu Nak, pergilah dan kejar cita-citamu” bisikmu padaku.

Bunda…. menjelang maghribmu saat terbit waktu shubuhku,  Aku pun sering melupakanmu. Pekerjaan senantiasa menghabiskan waktu-waktuku, tak sempat lagi aku menjengukmu di rumah tua tempat aku tumbuh bersama saudara-saudaraku.

Bunda…. terkadang untaian do’a pun juga lupa aku panjatkan padamu…

Bunda… maafkan puteramu, semoga dihari ini menjadi momentum baru untuk semakin lebih memperhatikanmu,menemanimu dan mendoakan selalu.

Maafkan putramu….. Bunda..

ya  Allah… berikan berikan kesehatan, kesabaran, keimanan dan keistiqomahan pada Bunda yang telah melahirkanku.Ya Allah ya Rahmaan ya Rahiim… sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di saat kecil. 

Ya Allah ya Ghoffar, ampuni dosa-dosanya dan berilah tempat yang mulia di sisi Mu untu Bundaku  yang telah menjaga dan membesarkanku yang sudah kembali kepada Mu. Amiin… ya Rabbal Alamiin.

Popularity: 1% [?]

Belajar Nasionalisme dari Cristian Gonzales

Timnas PSSI akhirnya bisa asuk ke babak final di kasta tertinggi kompetsi sepak bola Asea Tenggara. Crsitian Gonzales, striker naturalisasi, menjadi pahlawan di babak semifinal melawan Filipina. Goal cantik lahir dari heading dan tendangan kerasnya dari luar kotak pinalti.

Goal Indah Gonzales di Laga kedua melawan Phillipina

Selama pertandingan Gonzales termasuk striker pekerja keras, tak jarang dari harus turun ke belakang membantu pertahanan. Sering pula ia harus menjemput bola dari lapangan tenaga. Perjuangan Gonzales termasuk diatas rata-rata dibanding anggota tim lainnya, apalagi bila dibandingkan dengan BP yang kurang gesit mencari bola.

Profil Singkat Cristian Gonzales

Cristian adalah salah satu penyerang yang paling mematikan sepanjang sejarah kompetisi sepak bola Indonesia. Kemampuannya dalam menendang, mencetak gol, penempatan posisi, visi permainan, dan sundulan adalah andalannya. Disamping kemampuannya, ia juga terkenal memiliki fisik yang prima.

Pada saat bermain di Uruguay, ia ditugaskan sebagai Gelandang Serang. Produktivitasnya kurang baik sampai akhirnya ia hijrah ke Indonesia untuk bergabung dengan PSM Makassar dengan status Free Transfer, dan diplot sebagai Penyerang. Dari sinilah ia membuktikan kualitasnya sebagai seorang penyerang handal.

Pada musim 2006, ia adalah pemain termahal di Liga Indonesia menurut data Badan Liga Indonesia dengan bayaran Rp 1,2 milyar[1]

Pada tanggal 21 November 2010 Cristian Gonzales memulai debut sebagai anggota timnas sepak bola indonesia melawan Timor Leste dan langsung mencetak dua gol di debut pertamanya. Selanjutnya, ia masuk sebagai anggota inti Timnas Indonesia pada kejuaraan Piala Suzuki AFF 2010.

Setelah menikah, ia memiliki paspor Indonesia, istrinya adalah wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Dari pernikahannya, ia memperoleh dua orang anak (Fernando dan Florencia). Ia juga telah mempunyai dua anak hasil pernikahan sebelumnya (Amanda dan Michael). Cristian memeluk agama Islam pada tahun 2003 dan mengambil nama Mustafa Habibi. (sumber : id.wikipedia.org)

Ketenangan dan kedewasaan tampak dari sosok pemain Persib Bandung ini kontras dengan riwayatnya saat merumput di Sud America, Deprotivo Maldonado, PSM dan Persik yang sering membuat ulah dan tak jarang menimbulkan sangsi dari komisi disiplin.

Cristian Gonzales, Timnas Indonesia

Cristian Gonzales, Timnas Indonesia 2010

Kerja keras, ketenangan dan kedewasaan di lapangan layak dijadikan contoh bagi seluruh masyarakat Indonesia, walaupun masih baru berstatus WNI tetapi gonzales telah banyak memberikan warna dan jasa bagi dunia sepak bola khususnya timnas. nasionalisme Gonzales sudah ditunjukkan hingga Indonesia bisa masuk ke Final Piala AFF, akan semakin lengkap bila Indonesia bisa memenangi Piala AFF.

Jadi mari kita tunggu  dan kita teladani ‘keteladanan nasionalisme’ dari Cristian Gonzales

Popularity: 2% [?]