Kemarin pagi saya diminta oleh Kepala Sekolah SD dimana anak saya sekolah untuk memperbaiki PC yang error karena terkena serangan virus. Kurang lebih satu jam saya menginstal ulang PC dengan OS Ubuntu 10.10 sambil saya selingi dengan mengobrol tentang perkembangan pelajaran anak-anak saya.
Selama satu jam duduk di ruang guru, beberapa pengajar saling menceritakan perkembangan siswa-siswi nya, beliau-beliau dari dialog yang saya dengar terlihat enjoy dan menikmati pekerjaannya sebagai pendidik. Guratan cinta tampak betul dari percakapan mereka. Ingatan saya melayang saat ada seorang wali siswa yang mengatakan kalau anaknya sering bermimpi dan menyebut para guru di SD ini, “terus terang saya cemburu dan penasaran, kok bisa anak saya mimpi nyebut para bu guru, seolah-olah mereka lebih dekat dengan para Gurunya daripada dengan orang tuanya sendiri” begitu ujar wali santri tersebut.
Rasa salut dan terharu menyelimuti perasaan saya, betapa tidak, selain masih berusia muda dan gaji yang ala kadarnya, dedikasi dan cinta mereka berikan dengan tulus untuk mendidik semua siswa di SD swasta ini.
Kata para alim ulama, al ilmu nurun, ilmu itu adalah cahaya, media transfer ilmu adalah dari hati dan fikiran guru ke hati dan fikiran para murid. Maka ketika para guru mengajar dengan cinta dan para murid tawadhu’ dan hormat pada guru, proses belajar mengajar pun akan kian sempurna.
Sekilas Tentang SDIT Harapan Ummat Ngawi
SDIT Harapan Ummat, tempat anak saya menuntu ilmu adalah salah satu SD Swasta yang relatif baru di kabupaten Ngawi. Anak mbarep saya juga menjadi anak mbarep di SD ini. Sebagian besar para Guru yang mengajar masih berusia di bawah 40 tahun. Orang tua yang berminat menyekolahkan anaknya ke SD ini semakin tahun semakin bertambah, karena alasan keterbatasa sarana penerimaan siswa baru pun dibatasi. berikut alamat website SDIT Harapan Ummat : www.harum-ngawi.sch.id
SD yang lebih dikenal dengan nama SD Harum ini, berdiri 5 tahun yang lalu di latar belakangi animo masyarakat yang menyekolahkan di TK Harum yang sangat tinggi, sayang bila jenjang pendidikan SD tidak segera dibentuk. Menempati lokal kelas dari SDN yang sudah di merger selama 5 tahun menjadi penyemangat pengelola yayasan untuk membangun lokal sendiri. Saat ini sudah dibangun 1 masjid, 1 lokal kelas dan 1 ruang kelas. di tahun ini Yayasan merencanakan untuk membangun 6 lokal lagi untuk menampung kegiatan belajar mengajar siswa ditempat yang lebih representatif dan milik sendiri tentunya.
Popularity: 2% [?]
No related posts.

alhamdulillah, perkembangan SD Harum semakin pesat ya Pur.
bunda terharu sekali membaca disini, betapa hubungan antara murid dan guru sangat kekeluargaan sekali.
Semoga Allah swt memberkahi sekolah utk menuntut ilmu ini dgn segala rakhmatNYA, amin
salam
gayahidup recently posted..Mitos Tentang Selingkuh
kira-kira itulah kelebihan SD ini dibandingkan dengan yang lain, saya sebenarnya banyak berharap SD Negeri tidak kalah dengan SD Swasta, toh gaji para guru sekarang juga sudah lebih dari cukup..
dulu bunda sempat punya cita2 ingin menjadi guru,Pur
tp apa daya, ortu gak punya biaya utk melanjutkan pendidikan hiks………
sosok seorang guru adalah sosok yg sangat mulia dan tentu saja mempengaruhi juga tumbuh kembang anak ya Pur.
Semoga jasa para guru ini ,membuahkan hasil agar generasi mendatang menjadi genersi yg sukses dunia akhirat,amin
salam
amiin…. ya rabbal ‘alamiin… hatur nuwun Bunda atas do’anya
bundadontworry recently posted..Sehat Sebagai Flexitarian
Semoga SD Harum benar2 menjadi SD yang seharum namanya…
marsudiyanto recently posted..Penasaran
wah keren2 tu guru di sana yach, sy jadi ingat buku spiritual teacher, pastinya para guru di sana udah menguasai itu semua.
salam kenal mas ….. semoga sukses
salam kenal juga mas Bchree, semoga Lumajang aman2 saja dari serangan abu vulkanik BroSem
blogwalking mas. kunjungi blogku juga ya
….. oc