Sebatik adalah sebuah pulau terluar wilayah Indonesia. Pulau ini dibagi menjadi 2 bagian, 1/2 masuk wilayah NKRI sedangkan 1/2 bagian yang lainnya masuk Sabah Malaysia. Akibat dari keunikan tersebut ada rumah warga yang ruang tamunya masuk wilayah Indonesia sedangkan kamar mandi dan dapur masuk wilayah Malaysia. Selengkapnya bisa simak paparan rebpublika online disini
Pulau yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Nunukan ini, menjadi pintu gerbang keluar masuk Indonesia-Malaysia. Bila kita berdiri di dermaga Sebatik pandangan mata kita bisa menjangkau wilayah Tawau Malaysia. Tapi saya sarankan jangan berdiri di dermaga malam hari karena kita akan merasakan kesedihan yang memilukan. Bukan karena ada unsur mistisnya, tapi kesedihan itu terjadi karena bila kita melihat Tawau di malam hari tampak terang benderang, sedangkan bila menengok kebelakang akan terlihat Pulau Sebatik yang gelap bak kuburan.
Untuk mencapai pulau Sebatik ini dapat ditempuh dengan 2 jalan, dari Tarakan langung naik perahu motor kurang lebih 1,5 jam plus dengan bonus arus laut yang bisa membuat senam jantung. Bisa juga bila ada uang lebih bisa ditempuh dengan terbang dulu dari Tarakan ke Nunukan kemudian disambung menyebarang ke Sebatik.
Nuansa kota di Sebatik sangat mirip sekali dengan film kartun Upin dan Ipin, rumah panggung, semak pepohonan dan kafe tenda di pinggir jalan sangat mirip dengan kafe nya Uncle Muhto bapaknya si Raju teman Upin dan Ipin. Penjual ayam bakarnya juga sama dengan cara berjualan nya Emaknya Mail. Tak salah memang kalau Indonesia dan Malaysia disebut dengan negeri serumpun.
Selama 4 hari di sebatik saya menginap di salah satu hotel, konon para Menteri dan pejabat kalau ke Sebatik menginap di hotel ini. Diapit pertokoan dan kafe yang hanya buka di malam hari, memberi kesempatan Kami untuk mencicipi sajian kuliner khas Sebatik salah satunya adalah jus Halia-Madu.Memang, walaupun ramai kesan sepi masih saya tangkap dengan jelas. Sore hari saat jalan-jalan saya juga menangkap wajah-wajah ‘nglangut’ ibu-ibu dan para lansia yang banyak berjajar duduk di teras rumah.
Bersama mas Aris dan Mas Dwi rekan dari Dinas Kesehatan Nunukan, kami diajak jalan-jalan mencari tapal batas pulau ini yang terletak di wilayah kerja Puskesmas Aji Kuning, sayang kami tidak sampai hingga perbatasan karena hari kian malam. Sebagai gantinya dimalam hari kami diajak ke dermaga, menyaksikan sebuah ironi antara negeri kita dan Malaysia, nun disana terang benderang tapi disini lampu kecil berpendar ditengah kegelapan malam.
Saat pulang kembali kami bersiap mengambil foto di pos imigrasi, kemudian datang seorang Polisi yang melarang kami. Setelah saya tanyakan apa penyebab larangannya, Bapak Polisi itu menjawab karena Saya dan teman dianggap warga Malaysia yang ingin mengambil rahasia negara berupa pos imigrasi yang hanya berupa gardu seperti pos Ronda di Jawa. Woalah…… wong orang asli Jawa kok ya dianggap orang Malaysia.
Konon, saat terjadi sengketa batas wilayah, pulau ini mulai diperhatikan Pemerintah Pusat, Kantor Telkom, Puskesmas 24 jam, BTS dan
sarana-sarana infrastruktur semakin lengkap di pulau ini. Kunjungan para pejabat pun silih berganti mendatangi pulau paling luar sisi utara NKRI ini. Semoga saja warga Sebatik kerasan dan tetap bangga menjadi warga Indonesia.
Info seputar Sebatik sudah bisa diakases melalui www.sebatik.com
Popularity: 2% [?]
No related posts.




terutama saat nyeberang ke tarakan tak mungkin bisa dilupakan ya Mas…. perahu nya sempat oleng dan kemasukan air laut karena derasnya air laut. Benar-benar exciting experience!!
csdw recently posted..Comment on Perkembangan SIMPUStronik dan SIMPUS di Jawa Timur by Mamad
wah, untung mas pur memberi info berharga ini. kalau tidak, mungkin saya tdk kenal dg pulau sebatik. memang perhatian baru muncul setelah hak2 kita diusik orang, hehe ….
sawali tuhusetya recently posted..Financial Problem Solutions through Payday Loans
saking kayanya bangsa kita Pak…. Banyak pulau-pulau kecil yang dianggap tak berharga dilupakan oleh pejabat negera kita..
nuansa pinggir pantainya masih asri ya pak, semoga saja ini tak menjadi bahan rebutan sama malaysia,,
Alhamdulillah, sejak tragedi SIpidan dan Ligitan, WNI perbatasan mulai waspada dan hati-hati dengan penduduk Malaysia, konon katanya banyak pulau tak berpenghuni dikelola jadi tambak oleh para WNA
Sebelumnya salam kenal dari saya Tommy Natalianto.JH,ST. Saya Konsultan Simpus dari Bandung, Sekarang ini sudah mengembangkan sampai dengan UKP (LPLPO, LB1, LB2, Lap. Harian, Bulanan dan Tahunan serta Lap. Kunjungan, Resep dan lainnya). Aplikasi yang saya buat sdh menggunakan ID CARD (Barcode Reader), jika teman2 berminat bisa hubungi saya di http://www.simpus.blogspot.com atau 085292327654. Aplikasi Free 60 hari.
Simpus Tommy recently posted..Tampilan Menu Pendaftaran Pasien Baru Simpus Tommy
boleh kah saya minta trial software nya …???/
salam kenal dan salam persabatan
salam kenal