Mengungkap Misteri Pembunuhan !!

Untuk mengenang sahabat dan teman sejawat almarhumah Supari Sugianto, berikut adalah kliping yang saya kumpulkan dari radar madiun terkait pembunuhan sadis terhadap teman sejawat bidan Puskesmas Kwadungan yang tinggal di Desa Klampisan Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.

Bidan Tewas Digorok

Rabu, 16-03-2011 13:52:42
DITEMUKAN TAK BERNYAWA DI KAMAR TIDUR
NGAWI-Suasana Desa Klampisan,Kecamatan Geneng,yang biasanya tenang,kemarin(15/3)mendadak gempar.Itu setelah Supari,39,warga setempat,ditemukan tewas mengenaskan di kamar tidur.Leher perempuan yang berprofesi bidan itu mengalami luka sayatan mirip digorok. 
Saat ditemukan sekitar pukul 04.00,jasad korban dalam posisi tengkurap dengan sekujur tubuh bersimbah darah. Di lantai sekitar mayat Supari yang diduga korban pembunuhan itu tampak ceceran darah segar.
Sementara,kondisi kamar korban terlihat acak-acakan. Sprei dan bantal tak rapi lagi.Begitu pula meja kecil untuk menyimpan buku dan perlengkapan medis,tampak semrawut.Disinyalir korban sempat memberikan perlawanan sebelum dibunuh.Fakta itu juga diperkuat dengan ceceran darah di tempat tidur dan tembok kamar.
Tewasnya bidan yang juga berdinas di puskesmas pembantu Desa Kendung,Kecamatan Kwadungan,itu masih diliputi misteri.Sebab,tak seorang pun mengetahui kronologi peristiwa menggemparkan tersebut.Ida Rukmawati,16,pembantu yang selama ini tinggal di rumah korban,mengetahui Supari sudah dalam kondisi mengenaskan.’Saat saya mengetuk pintu ibu(Supari, Red)untuk mengajak salat subuh,kok ada ceceran darah,’terang Ida kepada petugas.
Mengetahui ada ceceran darah,Ida lantas membuka pintu kamar Supari.Betapa kagetnya saat ia melihat korban dalam posisi telungkup di lantai dengan tubuh berlumur darah.Saat itu,korban mengenakan pakaian tidur warna merah motif bunga.
Ida mencoba memanggil-manggil,namun tak ada reaksi sedikit pun dari mulut korban.Dia lantas berteriak keras-keras minta tolong kepada warga sekitar.Tidak berselang lama,warga berduyun-duyun ke rumah Supari. Namun,tak ada yang berani masuk kamar bidan itu setelah mengetahui korban sudah tidak bernyawa.’Saya tidak mendengar ada teriakan dan kejadian mencurigakan pada malam hari(kemarin,Red),’kata Ida.
Ida yang dianggap saksi kunci dalam kasus tewasnya istri almarhum Aiptu Sugiyanto,anggota Polsek Pangkur, itu terlihat masih syok dan gemetaran saat sejumlah warga memadati rumah korban.’Tolong saksi(Ida,Red) bawa ke mapolres segera,’teriak salah seorang petugas kepolisian.
Sejumlah personel mapolres yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Sungkono langsung melakukan olah TKP(tempat kejadian perkara).Sejauh ini,belum ditemukan barang bukti(BB)milik pelaku yang tertinggal di TKP.Polisi mengobok-obok ruang demi ruang untuk menemukan senjata tajam yang digunakan menghabisi pelaku.
Polisi juga mengerahkan tiga anjing pelacak milik TNI AU.Sayang,binatang pengendus aksi kejahatan itu belum berhasil menemukan BB berarti.’Kami juga masih menyelidiki pelaku masuk dan keluar melalui pintu atau cendela yang mana,’kata Sungkono mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto.(dip/isd)

 

Pelaku Diduga Kenal Korban
Rabu, 16-03-2011 13:59:15
NGAWI-DUA unit laptop dan 2 handphone(HP)milik korban diketahui raib.Namun,polisi menduga hal itu sekadar upaya pelaku untuk mengalihkan perhatian.’Bukan motif sebenarnya yang dijalankan pelaku,’terang Wakapolres Kompol Noor Ghozali kepada koran ini.
Raibnya barang-barang elektronik itu,kata dia,pelaku beranggapan bisa mengelabui dan membuyarkan penyelidikan petugas.Sebab,bila dibidik seputar perkara pencurian atau perampokan dengan kekerasan, barang bukti(BB)di TKP sangat dangkal.
Ditanya kemungkinan motif asmara,Noor Ghozali hanya tersenyum.Dia enggan berkomentar perihal masalah percintaan itu.Begitu juga dugaan dengan adanya motif dendam.’Tentu saja semua motif yang berkembang akan kami lakukan penyelidikan,’ujarnya.
Hasil olah TKP sementara,lanjut dia,dimungkinkan pelaku mengenali korban.Itu mengacu pada kerusakan barang-barang selain di kamar korban.Praktis tak ada tanda-tanda yang mencurigakan.Hanya ditemukan bekas sandal di lantai yang tercecer darah.’Ya ada yang mengarah ke itu(pelaku kenal korban,Red).Dengan membunuh kan bisa mengaburkan motif tindak kriminal yang dilakukan,’paparnya.
Sementara itu,Cindhera Rian Pangestika,19,putri tunggal korban menangis histeris mengetahui ibunya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.Bahkan,siswi kelas XII salah satu SMA di Kota Madiun itu sempat tidak sadarkan diri.Sedangkan kerabat dan rekan kerja korban tampak sedih saat menunggu olah TKP petugas. ‘Maaf,kami masih dalam keadaan berduka.Jangan diganggu dulu.Kasihan Cicin(panggilan Cindhera Rian Pangestika,Red),’ucap salah seorang kerabat korban. (dip/isd)

Dipicu Persoalan Asmara?
Kamis, 17-03-2011 12:19:47
POLISI ALL OUT UNGKAP KASUS TEWASNYA BIDAN SUPARI
NGAWI-Kasus tewasnya bidan Supari,39,masih diliputi misteri.Hanya,dari beberapa sumber yang tak bersedia namanya dikorankan,ada dugaan kuat motif pembunuhan itu dipicu persoalan asmara.Itu didasari status korban yang merupakan janda.Selain itu,raibnya laptop dan ponsel perempuan itu diduga lantaran pelaku ingin menghilangkan bukti jalinan asmara yang tersimpan dalam piranti elektronik tersebut.
Namun,pihak Polres Ngawi enggan berspekulasi serta belum bisa memberikan kesimpulan.’Karena kami belum bisa mengorek informasi yang pasti,terutama dari pelaku.Tentunya ada motif tertentu di balik pembunuhan tersebut,tapi kami belum bisa menyimpulkannya,’ujar Kasubag Humas Polres Ngawi AKP I Wayan Murtika mendampingi Kapolres AKBP Eko Trisnanto.
Selain itu,terkesan hati-hati dalam menyampaikan informasi kepada media.’Tentunya kami terus berupaya all out mencari pelaku.Secara intensif kami sudah siaga penuh,terutama dari polsek-polsek se-Ngawi,’ tegasnya.
Sementara itu,tempat kerja korban yakni Puskesmas Pembantu Desa Kendung,Kecamatan Kwadungan,kemarin siang tampak sepi.Menurut warga sekitar,fasilitas kesehatan itu tutup lebih awal.Saat koran ini mencoba menemui kepala Puskesmas Kwadungan dr Agus Priyambodo, yang bersangkutan tak berada di tempat.
Ruang kerja korban kemarin juga tertutup rapat dengan gorden warna hijau.’Saat mendengar bu bidan(Supari, Red)meninggal,saya kaget.Karena pada Senin pagi (sehari sebelum tewas),dia masih sempat belanja di warung saya,’kata Retno,salah seorang warga yang warungnya berada persis di samping Puskesmas Pembantu Kendung.
Menurut dia,dalam kesehariannya,Supari dikenal sebagai pribadi yang kalem.’Yang saya tahu,beliau(Supari, Red)tak pernah mengeluh atau cerita kalau punya musuh. Mungkin saja yang lebih tahu itu rekan kerjanya.Meski hampir setiap hari ke tempat saya,beliau tak pernah cerita aneh-aneh,termasuk kehidupan pribadinya,’ ungkapnya.
Seperti diberitakan,Supari,bidan warga Desa Klampisan, Kecamatan Geneng,ditemukan tewas mengenaskan di kamar tidur.Leher perempuan yang berprofesi bidan itu mengalami luka sayatan mirip digorok.Saat ditemukan pada Selasa(15/3)sekitar pukul 04.00,jasad korban dalam posisi tengkurap dengan sekujur tubuh bersimbah darah.Di lantai sekitar mayat Supari yang diduga korban pembunuhan itu tampak ceceran darah segar. (wka/isd)
Pelaku Kabur lewat Jendela Kamar
Jum\’at, 18-03-2011 12:21:51
Kasus Tewasnya Bidan Supari,Polisi Periksa Lima Saksi
NGAWI-Polisi terus menelusuri jejak pembunuh Supari, 39,bidan desa yang tewas mengenaskan di rumahnya di Desa Klampisan,Kecamatan Geneng.Sejauh ini polisi sudah memeriksa lima saksi.Tiga di antaranya rekan korban.’Sudah kami lakukan pemeriksaan.Memang saksi lebih kami fokuskan pada rekan dan kerabat korban. Demi penyelidikan,identitas saksi masih kami rahasiakan,’terang Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto kepada koran ini,kemarin(17/3).
Tiga saksi yang diperiksa itu,kata dia,tak banyak memberikan keterangan berarti.Sebab,aktivitas korban beberapa hari menjelang kematiannya tidak terpantau. Mereka hanya mengaku rekan seprofesi saja.Ketiga orang itu juga tak tahu menahu seputar perilaku korban.’Ya tunggu pemeriksaan selanjutnya saja.Yang pasti, informasi dari para saksi terus kami dalami,’ jelasnya.
Sehari sebelumnya,polisi kembali mengorek keterangan dari saksi kunci Ida Rukmawati,16,pembantu Supari. Juga Cindhera Rian Pangestika,19,putri tunggal korban. Keduanya bisa menceritakan kronologi dan aktivitas bidan Supari sebelum peristiwa tragis itu secara gamblang.’Keterangan dari Ida yang lebih terperinci dan fokus,’papar kapolres.
Sebelum kejadian nahas itu,lanjut dia,sempat ada yang janggal dengan korban.Bidan desa yang juga berdinas di puskesmas pembantu Desa Kendung,Kwadungan,itu menyuruh Ida tidur di kamar depan.Biasanya,keduanya tidur bersama usai menonton televisi.’Dari situ kan sedikit ada kejanggalan.Hanya saja,saksi tidak tahu apa yang dilakukan korban setelah dirinya beristirahat di kamar,’ungkapnya.
Menurut dia,indikasi pelaku adalah teman dekat atau setidaknya kenal korban,cukup kuat.Hal itu mengacu keterangan saksi serta hasil olah TKP(tempat kejadian perkara).Korban diduga sempat ngobrol dengan pelaku sebelum dihabisi.’Dimungkinkan ke arah itu(pelaku teman dekat,Red),’ujarnya.
Dikatakan,polisi belum bisa mendeteksi pelaku masuk rumah korban melalui pintu atau jendela mana.Namun, dipastikan pelaku keluar melalui jendela kamar korban.
Meski mulai mengungkap fakta-fakta baru,polisi belum berani membeber motif di balik tewasnya janda polisi itu.Apakah dipicu persoalan asmara atau murni tindak pencurian disertai kekerasan.’Memang disertai dengan hilangnya laptop,handphone dan sejumlah uang tunai. Tapi mungkin saja itu untuk sekadar mengalihkan penyelidikan polisi.Yang pasti,kami akan bekerja keras agar kasus pembunuhan itu cepat terungkap,’ tandasnya.(dip/isd)

 

Polisi Temukan Pisau Berdarah
Sabtu, 19-03-2011 11:51:52
Bukti Baru untuk Ungkap Kasus Pembunuh Bidan
NGAWI-Polisi kian serius mengembangkan penyelidikan kasus pembunuhan Supari,39,bidan Desa Klampisan, Geneng.Usai mengorek keterangan sejumlah saksi,polisi mulai intensif memeriksa seputar barang-bukti(BB)yang ditemukan di TKP.Salah satunya yang menjadi perhatian khusus,penemuan pisau yang berlumur darah.’Pisau yang ditemukan di TKP memang terdapat bercak darah,’ terang Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto,di hadapan wartawan,kemarin.
Pisau itu ditemukan di bawah almari di kamar korban. Bersinggungan dengan mayat korban dan hanya berjarak kurang dari dua meter saja.Hanya saja,polisi belum berani berspekulasi pisau yang sekarang diamankan itu merupakan senjata tajam yang digunakan pelaku menghabisi korban atau bukan.’Tunggu hasil pengembangan selanjutnya.Kami belum memastikan itu (pisau,Red)alat yang digunakan pelaku,’tegasnya.
Kata dia,butuh pembuktian kongret pisau yang ditemukan petugas itu sebagai BB menghabisi korban.Bercak darah yang menempel belum cukup menjadi fakta kuat.Polisi masih butuh fakta pelengkap yang memperkuat temuan utama.’Tentu saja butuh fakta-fakta kuat.Tidak hanya sebatas satu fakta saja.Kami tidak mau gegabah mengungkap kasus besar ini,’paparnya.
Dalam kesempatan itu pula,Eko Trisnanto juga membeberkan hasil visum et revertum yang dilakukan tim medis RSUD dr Soeroto.Luka yang dialami korban cuma sayatan di bagian leher.Tim medis tak menemukan luka lain di tubuh korban.Baik itu luka tusuk maupun pukulan benda tumpul.Diakuinya,luka sayatan di leher korban memang cukup parah.’Hanya di leher itu saja. Kami tidak menemukan tindak penganiayaan yang lain di tubuh korban,’ucapnya.
Eko juga membantah kabar seputar rahim korban yang sudah berbuah janin.Isu yang santer menjadi perbincangan itu sama sekali tak benar.Rahim korban kosong.Tak ditemukan janin hasil hubungan gelap. ‘Belum ada laporan itu.Yang pasti hasil otopsi tak menemukan janin di rahim korban,’tandasnya.
Sementara,warga sekitar tempat kediaman korban sampai saat ini mengaku masih trauma.Disamping dianggap kematian tak wajar,tewasnya Supari juga terbilang sadis.Terlebih polisi belum bisa menguak siapa jagal bidan yang juga berdinas di puskesmas pembantu Kendung,Kwadungan itu.’Kabarnya pelakunya masih kerabat korban.Dulu sempat tinggal di rumah korban. Kami hanya menanggap omongan warga sekitar,’kata salah seorang warga sekitar.(dip/eba)

Disinyalir Terlibat Pembunuhan Bidan Desa,Polisi Amankan Pelajar SMA
Senin, 21-03-2011 13:13:35
NGAWI-Polisi tampaknya tak mau setengah-setengah mengungkap kasus pembunuhan Supari,39,bidan Desa Klampisan,Geneng.Tak ingin target operasi(TO)yang dibidik kabur,tim buru sergap(buser)Mapolres akhirnya turun tangan.Sabtu sore(19/3),tim buser berhasil mengamankan DS,18,pelajar salah satu SMA di Ngawi (bukan pelajar SMP seperti informasi sebelumnya).DS disergap petugas di kediamannya di Dusun Pilang Payung RT 04/RW02 Desa/Kecamatan Geneng.
Saat penangkapan,DS masih mengenakan seragam sekolah pramuka.Tak ada perlawanan dari anak ingusan pindahan dari Jakarta itu.Polisi juga mengobok-obok seluruh ruangan rumah tersangka.
Salah satu yang menjadi perhatian khusus,kamar DS tepat berada di ruang depan.Sejauh ini,belum dapat diketahui barang-barang milik korban yang turut diamankan.Selain sepeda motor Supra Fit nopol AE 6842 K yang disinyalir digunakan DS saat menjalankan aksinya.’Itu nanti untuk pengembangan,’terang salah satu sumber internal di kepolisian Resor Ngawi .
Usai mengamankan DS,perhatian polisi mulai terfokus pada senjata tajam(sajam)yang digunakan untuk menghabisi korban.Hasil pengembangan sementara,sajam yang digunakan berupa pisau dapur.Pisau itu dibuang di aliran sungai Trinil yang hanya berjarak 500 meter dari kediaman DS.
Informasi itulah yang memaksa sejumlah petugas harus berendam dan mengobok-obok untuk mencari keberadaan pisau tersebut.Polisi juga dibantu sejumlah warga setempat dalam melakukan pencarian sajam yang menjadi barang bukti(BB)akurat keterlibatan DS dalam pembunuhan sadis bidan desa tersebut.Hanya saja, selama lima jam menyisir aliran sungai belum membuahkan hasil.Pisau dapur itu disinyalir terseret arus sampai ke hulu.
‘Ya tentu saja masih dilakukan pencarian.Tapi pencariannya tetap difokuskan di sungai itu(Trinil, Red),’ungkapnya.
Fakta baru itu sekaligus mematahkan temuan polisi sebelumya,sebuah pisau yang terdapat bercak darah di TKP.Pisau itu disinyalir milik korban yang kebetulan saja berada di bawah almari kamar janda polisi tersebut.Hanya saja,pisau yang sekarang masih diamankan itu tetap dilakukan pemeriksaan lanjutan. ‘Tinggal pengembangannya nanti.Apakah ada keterkaitan atau tidak,’ucapnya.
Sementara,AKP Partono,Kapolsek Geneng mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto membenarkan penangkapan DS di kediamannya Sabtu lalu.Itu mengacu pada bukti-bukti yang sudah dikantongi polisi.Salah satu saksi mengutarakan melihat sepeda motor yang slebor depan ditempeli stiker mengkilap.Dan, keterangan itu sama persis dengan kondisi fisik sepeda motor Honda Supra Fit milik DS yang kini masih diamankan petugas.’Petugas kepolisian dari polres dan polsek memang mengamankan DS.Tunggu hasil pengembangan selanjutnya,’tegas Partono.(dip/eba)

 

DS itu Rutin Azan Subuh
Senin, 21-03-2011 13:19:33
NGAWI-BAGAIMANA tingkah polah DS di mata kerabat dan warga sekitar selama ini?Tak satupun mengira pembantaian bidan Desa Klampisan itu dilakukan bocah yang rajin ke masjid dan mengaji itu.
Disamping ibadahnya kuat,DS yang hanya tinggal serumah dengan Suminem,63,neneknya,dikenal warga sekitar merupakan anak pendiam.Kedua orang tuanya berada di Jakarta.’Saya juga sempat kaget kedatangan polisi, siapa mengira dia disangka melakukan perbuatan seperti itu(membunuh,Red).Anaknya(DS,Red)itu rutin azan subuh di masjid sebelah,’terang Priyono kerabat DS kepada koran ini,kemarin(20/3).
Kata dia,DS memang jarang bergaul dengan remaja sebaya di lingkungannya.Aktivitas usai pulang sekolah hanya termenung di rumah dan pergi ke masjid.Kalau toh jalan-jalan itu biasanya dengan rekan-rekan sekolah. ‘Belum banyak dikenal warga sekitar.Sebab ya itu tadi,jarang bergaul dengan orang-orang sekitarnya,’ ungkapnya.
Sehari sebelum penangkapan,DS masih ikut pengajian ke salah satu rumah tetangga.Tak ada mimik dan perkataan yang mencurigakan dari siswa yang duduk di bangku kelas XII di salah satu SMA di Ngawi itu.Orangnya tetap pendiam dan cuek saat berpapasan dengan orang lain.’Malam(Jumat,Red)masih mengikuti nderes (mengaji,Red),ya biasa-biasa saja,’paparnya.
Yang menjadi beban keluarga,lanjut dia,DS sebentar lagi mengikuti ujian nasional(Unas,Red).Terlebih,hari ini(21/3)dijadwalkan mengikuti ujian praktik sekolah. Namun,dengan permasalahan ini,pacar Ida Rukmawati,16,anak angkat Supari itu terpaksa tak bisa mengikutinya.’Itu kartu ujiannya sudah ada,kasihan sekali.Ujian tinggal sebentar,eh ada masalah rumit seperti ini(dugaan pembunuhan,Red),’ucapnya.
Hal senada juga diutarakan Saminem warga sekitar. Dugaan keterlibatan DS dalam pembunuhan sadis itu di luar pemikirannya.Tak percaya bila kematian Supari bidan Desa Klampisan ada keterkaitannya dengan DS. ‘Jarang sekali srawung(bergaul,Red),tahunya hanya anak pendiam itu saja,’tambahnya.(dip/eba)
DS TERSANGKA PEMBUNUHAN BIDAN SUPARI
Selasa, 22-03-2011 13:06:44
Sakit Hati Cinta Tak Direstui
NGAWI-Berakhir sudah berbagai spekulasi terkait tewasnya bidan Supari.Hasil pemeriksaan polisi,DS yang dibekuk Sabtu(19/3)lalu,merupakan pelaku tunggal pembunuhan sadis yang menggemparkan warga tersebut. ‘Dalam kasus ini(pembunuhan Supari,Red)DS sudah kami tetapkan sebagai tersangka,’terang Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto kepada wartawan,kemarin(21/3).
Menurut kapolres,DS menghabisi Supari dengan pisau dapur yang dibawa dari rumah.Tersangka pelajar yang masih berstatus pelajar kelas XII salah satu SMA di Ngawi itu menggorok leher korban dua kali hingga tewas.Perbuatan keji itu dilakukan DS lantaran merasa sakit hati,hubungan asmaranya dengan Ida Rukmanawati, 16,anak angkat korban,tidak direstui.
Pengungkapan perkara ini,lanjut dia,tak lepas dari kerja keras tim khusus yang diterjunkan.Setelah melakukan penyelidikan berhari-hari,petugas mengantongi fakta kuat untuk membekuk DS di rumahnya pada Sabtu(19/3)lalu.Di antaranya,temuan handphone N 73 warna putih milik korban yang masih tersimpan di kantong pelaku.Saat dibekuk,HP itu belum sempat dijual.’Kalau laptop dan notebook sudah dijual tersangka.Hasilnya untuk membeli pakaian,’ungkapnya.
Dalam pemeriksaan awal,DS sempat berkelit melakukan tindakan keji itu.Dirinya berlagak tak tahu menahu dengan peristiwa pembunuhan tersebut.Tersangka hanya mengakui kenal bidan yang berdinas di Desa Kendung, Kwadungan,itu dari mantan pacarnya,Ida Rukmanawati.
DS dan Ida baru sepekan putus hubungan,lantaran Supari tak merestui sejoli tersebut menjalin asmara.
Hal itu membuat DS yang tinggal di Dusun Pilang Payung RT/RW:04/02 Desa/Kecamatan Geneng itu sakit hati kepada korban.’Dan,bermaksud ingin menunjukan kepada Ida bahwa si pelaku(DS,Red)bisa melakukan apa pun terhadap orang yang menghalangi hubungan cintanya,’ bebernya.
Kasat Reskrim AKP Sungkono menambahkan,DS masuk ke rumah korban melalui jendela kamar Ida Rukmanawati dini hari yang kebetulan tidak terkunci.Gadis yang masih duduk di bangku SMP itu saat kejadian tidak ada di tempat.Ia keluar bersama teman sekolahnya.
Bahkan,DS sempat tidur sejenak di kamar Ida.Perbuatan semacam itu sudah dilakukan berulang kali.Sekitar pukul 01.30,tersangka mulai beraksi.Kebetulan Supari saat itu masih mengotak-atik laptop.
Awalnya DS hanya menakut-nakuti korban dengan pisau yang sudah disiapkan.Karena korban melawan,dia menyabetkan benda tajam itu tepat mengenai leher korban dan langsung terjatuh bersandar tembok.
Melihat Supari merintih kesakitan,DS kembali menggorok di bagian yang sama hingga terkapar terkapar di lantai bersimbah darah.’Sebelum meninggalkan TKP(tempat kejadian perkara,Red),DS membawa kabur laptop dan HP korban.DS keluar melalui jendela kamar korban,’ ungkapnya.
Atas perbuatan kejinya itu,DS akan dijerat dengan pasal 340 KUHP sub 338 sub 365 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.’Atau selama-lamanya 20 tahun kurungan,’ucapnya.(dip/isd)

 

Popularity: 2% [?]

No related posts.

2 thoughts on “Mengungkap Misteri Pembunuhan !!

  1. Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.6.15 on Windows Windows 7

    Alhamdulillah…temanku bisa tenang di persemayamannya…terbukti dengan aroma wangi yang dia tebarkan pada 5 rekan kerjanya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge