Manusia diciptakan menjadi makluk yang sempurna, diberi akal untuk membedakan mana yang baik dan mana pula yang buruk. Secara awam kita langsung bisa menilai ini orang baik, ini orang buruk, ini orang setengah baik dan setengah buruk, manusi golongan hitam, golongan putih atau golongan abu-abu.
Tapi sayang, manusia tidak menyadari kalau hidup itu seperti roda. Adakalanya manusia putih menjadi hitam sehitam jelaga. Ada pula manusia hitam yang berubah putih secemerlang mutiara. Ketika manusia berubah, terkadang penilaian manusia sulit untuk dirubah. Ketika ada penjahat yang sudah insyaf, tetap saja dia dicap sebagai penjahat, padahal boleh jadi dia berubah melebihi kebaikannya seorang ustadz.
Dulu, ada kisah seorang perampok dan pembunuh yang telah membunuh 100 orang, saat dia akan menuju kampung taubat, malaikat maut sudah menjemputnya. Akhirnya oleh Sang Kholik, para malaikat disuruh mengukur lokasi matinya sang perampok, dan ternyata sang perampok mati di tempat yang lebih dekat dengan kampung taubat, maka diampunilah dosa-dosanya.
Ada kisah pula seorang pelacur yang dengan kasih sayang memberi minum seekor anjing yang hampir mati kehauasan, maka diampunilah pula dosa-dosanya.
Jadi, jangan stempel orang dengan perilakunya hari ini, karena barangkali saja lusa dia akan berubah lebih baik bahkan lebih baik dar yang memberi stempel..
Popularity: 2% [?]