Sandal

Sandal lumrahnya di pakai di kaki. Ia melindungi kaki dari kerikil tajam, paku, duri dan menjaga agar kaki tetap bersih.

Tapi ada juga yang meletakkan sandal di hati. Sandal bagus akan membuat tinggi hati, ada sandal yang lebih bagus bisa menjadikan iri hati.

Kalau sandal letaknya di hati, bila dipakai ke masjid akan membuat pemiliknya hati-hati, apalagi kalau sandalnya sampai hilang…. jelas akan membuat sakit hati.

Sandal letaknya di kaki, bukan dihati. Gara-gara sandal jepit, seorang oknum polisi menghajar seorang siswa SMK karena sakit hati sandalnya dicuri, akhirnya, gara-gara sandal banyak orang sakit hati.

Sandal memang paling tepat diletakkan di kaki bukan dihati, bukan pula untuk ukuran harga diri. Jadi, jagalah sandal agar tetap di kaki dan tak masuk ke hati.

 

Popularity: 3% [?]

“Menyalin Takdir” Anak

Nasib, jodoh, rezeki dan ajal manusia sudah tertulis di kitab besar yang bernama Lauhul mahfudh. Kata kuncinya adalah “tertulis”. Bukan cuma di dalam angan.
Sebenarnya kita bisa “menyalin” takdir anak kita, asalkan dengan syarat dan semangat khusnuzhon billah, berprasangka baik kepada Allah.

Cobalah cermati urutan kalimat berikut ini.

  1. Kita tidak tahu apakah anak kita, jika dewasa nanti, akan menjadi polisi, psikolog atau dokter? Marilah berprasangka baik kepada Allah, dia menjadi dokter.
  2. Kita tidak tahu apakah anak kita akan menjadi dokter umum atau dokter spesialis? Marilah berprasangka baik kepada Allah, dia menjadi dokter spesialis. Continue reading

Popularity: 2% [?]