“Menyalin Takdir” Anak

Nasib, jodoh, rezeki dan ajal manusia sudah tertulis di kitab besar yang bernama Lauhul mahfudh. Kata kuncinya adalah “tertulis”. Bukan cuma di dalam angan.
Sebenarnya kita bisa “menyalin” takdir anak kita, asalkan dengan syarat dan semangat khusnuzhon billah, berprasangka baik kepada Allah.

Cobalah cermati urutan kalimat berikut ini.

  1. Kita tidak tahu apakah anak kita, jika dewasa nanti, akan menjadi polisi, psikolog atau dokter? Marilah berprasangka baik kepada Allah, dia menjadi dokter.
  2. Kita tidak tahu apakah anak kita akan menjadi dokter umum atau dokter spesialis? Marilah berprasangka baik kepada Allah, dia menjadi dokter spesialis. Continue reading

Popularity: 2% [?]

Menjemput Takdir

Takdir adalah urusan Allah Yang Maha Kuasa, semua makhluk dibumi baik dari golongan jin dan manusia tak satupun yang mengetahui suratan tadkir yang akan dialaminya.

Kalau saja ada yang mengetahui takdir apa yang akan dialaminya, maka dunia pun akan ruwet bin mbulet, orang yang tahu kalau ia akan ditakdirkan jadi jutawan akan malas-malasan bekerja, toh nanti juga akan ketemu takdirnya jadi jutawan. Orang yang tahu kalau ia akan ditakdirkan menjadi Guru dengan plus tunjangan sertifikasi, maka ia pun akan malas mengejar takdirnya toh apapun usahanya ia juga akan tetap menjadi Guru. Continue reading

Popularity: 2% [?]