
Nasib, jodoh, rezeki dan ajal manusia sudah tertulis di kitab besar yang bernama Lauhul mahfudh. Kata kuncinya adalah “tertulis”. Bukan cuma di dalam angan.
Sebenarnya kita bisa “menyalin” takdir anak kita, asalkan dengan syarat dan semangat khusnuzhon billah, berprasangka baik kepada Allah.
Cobalah cermati urutan kalimat berikut ini.
- Kita tidak tahu apakah anak kita, jika dewasa nanti, akan menjadi polisi, psikolog atau dokter? Marilah berprasangka baik kepada Allah, dia menjadi dokter.
- Kita tidak tahu apakah anak kita akan menjadi dokter umum atau dokter spesialis? Marilah berprasangka baik kepada Allah, dia menjadi dokter spesialis. Continue reading
Popularity: 2% [?]